PEMBUATAN PUPUK ORGANIK - Decuperz

Latest

Freebitcoin

Saturday, July 6, 2013

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK


BAB I
  PENDAHULUAN

Sudah kita ketahui, bahwa saat ini sedang terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Air sedang sulit didapatkan, banyak tumbuhan yang mati karena tidak mendapatkan air. Hal itu diperparah lagi dengan tanah-tanah yang kering.Nah, untuk memperbaiki hal ini, agar tanah menjadi subur kita dapat menyuburkannya dengan memberikan pupuk ORGANIK  pada tanah yang akan kita Tanami.
Dengan demikian, siswa tidak hanya tahu tentang pengolahan sampah daun. Tetapi juga bisa mengolahnya secara lansung. Siswa dapat membuat pupuk organik dari bahan sampah daun kering dan mempraktikkannya di rumah serta memanfaatkan pupuk organik buatan sendiri untuk tanaman di halaman rumah mereka.
.

                           BAB II

Kajian Pustaka

2.1 Pengertian Kompos dan Pengomposan
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003).
 Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

2.2 Manfaat Pengomposan
Pengomposan memiliki banyak manfaat, diantaranya:
a. manfaat ekonomi
-  Meningkatkan efisiensi biaya pengangkutan sampah disebabkan sampah yang diangkut ke TPA (   Tempat Pembuangan Akhir) semakin berkurang. Selain itu dapat memperpanjang TPA karena  semakin  sedikit sampah yang dikelola.
-  Menghasilkan produk berupa kompos yang memiliki nilai tambah karena produk tersebut memilik  nilai jual.

b. manfaat terhadap lingkungan
-  manfaat estetika. Adanya pengomposan, berarti adanya pengurangan terhadap sampah jenis  organik yang dapat merusak keindahan kota atau suatu tempat dan menimbulkan bau.Dengan   demikian keindahan dan kenyamanan tetap terjaga.
-  Produk hasil pengomposan bermanfaat bagi tanah dan tanaman, sebab dapat:
·         Menyuburkan tanah dan tanaman
·         Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
·         Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
·         Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
·         Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
·         Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
·         Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman
·         Meningkatkan retensi atau ketersediaan hara di dalam tanah
-    Pengomposan berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, karena jumlah sampah yang dibakar atau dibuang ke sungai menjadi berkurang. Selain itu aplikasi kompos pada lahan pertanian berarti mencegah pencemaran karena berkurangnya kebutuhan pemakaian pupuk buatan dan obat-obatan yang berlebihan.
-    Membantu melestarikan sumber daya alam karena pemakaian kompos pada perkebunan akan meningkatkan kemampuan lahan kebun dalam menahan sebagai media tanaman dapat digantikan oleh kompos, sehingga eksploatasi humus hutan dapat dicegah.

c. Manfaat kesehatan
Dengan pengomposan, panas yang dihasilkan mencapai 60OC, sehingga dapat membunuh organisme pathogen penyebab penyakit yang terdapat dalam sampah.

d. Manfaat dari segi sosial kemasyarakatan
Pengomposan dapat meningkatkan peranserta masyarakat dalam pengelolaan sampah.

2.3 Prinsip Pengomposan
Pada dasarnya proses pengomposan adalah suatu proses biologis. Hal ini berarti bahwa peran mikroorganisme pengurai sangat besar. (Tchobanoglous et al.1993).
Prinsip-prinsip proses biologis yang terjadi pada proses pengomposan
meliputi:
a.     Kebutuhan Nutrisi
Untuk perkembangbiakan dan pertumbuhannya, mikroorganisme memerlukan sumber energi, yaitu karbon untuk proses sintesa jaringan baru dan elemen-elemen anorganik seperti nitrogen, fosfor, kapur, belerang dan magnesium sebagai bahan makanan untuk membentuk sel-sel tubuhnya. Selain itu, untukmemacu pertumbuhannya, mikroorganisme juga memerlukan nutrien organik yang tidak dapat disintesa dari sumber-sumber karbon lain. Nutrien organik tersebut antara lain asam amino, purin/pirimidin, dan vitamin.
b.     Mikroorganisme
Mikroorganisme pengurai dapat dibedakan antara lain berdasarkan kepada struktur dan fungsi sel, yaitu:
1. Eucaryotes, termasuk dalam dekomposer adalah eucaryotes bersel tunggal, antara lain: ganggang, jamur, protozoa.
2. Eubacteria, bersel tunggal dan tidak mempunyai membran inti, contoh: bakteri. Beberapa hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) seperti cacing tanah, kutu juga berperan dalam pengurai sampah. Sesuai dengan peranannya dalam rantai makanan, mikroorganisme pengurai dapat dibagi menjadi 3 (tiga)kelompok, yaitu :
a.  Kelompok I (Konsumen tingkat I) yang mengkonsumsi langsung bahan organik dalam sampah, yaitu : jamur, bakteri, actinomycetes.
b.  Kelompok II (Konsumen tingkat II) mengkonsumsi jasad kelompok I, dan;
c.  Kelompok III (Konsumen tingkat III), akan mengkonsumsi jasad kelompok I dan Kelompok I. Kondisi Lingkungan Ideal Efektivitas proses pembuatan kompos sangat tergantung kepada mikroorganisme pengurai.

Apabila mereka hidup dalam lingkungan yang ideal, maka mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik pula. Kondisi lingkungan yang ideal mencakup :
1. Keseimbangan Nutrien (Rasio C/N).
            Parameter nutrien yang paling penting dalam proses pembuatan kompos adalah unsur karbon dan nitrogen. Dalam proses pengurai terjadi reaksi antara karbon dan oksigen sehingga menimbulkan panas (CO2). Nitrogen akan ditangkap oleh mikroorganisme sebagai sumber makanan. Apabila mikroorganisme tersebut mati, maka nitrogen akan tetap tinggal dalam kompos sebagai sumber nutrisi bagi makanan. Besarnya perbandingan antara unsur karbon dengan nitrogen tergantung pada jenis sampah sebagai bahan baku. Perbandingan C dan N yang ideal dalam proses pengomposan yang optimum berkisar antara 20 : 1 sampai dengan 40 : 1, dengan rasio terbaik adalah 30 : 1.




BAB III
      Medolologi penelitian

Alat/Bahan :
-Sampah organic                       Mol
-Air                                               Ragi Tape
-Mesin Pencacah Sampah      Karung Goni
-Gembor                                     Timbangan
Termometer                                Sekop
-Sarung tangan                          Masker

CARA PEMBUATAN ;
Salah satu pemanfaatan sampah di sekolah adalah mengolah sampah daun kering menjadi pupuk organik. Langkah-langkah membuat pupuk organik diantaranya:
1.        Mengumpulkan sampah daun kering
2.      Mencacah daun
3.      Mencampur daun yang sudah dicacah dengan air, bakteri pengurai EM-4
4.     Menutup adukan dengan keset ijuk
5.      Mengontrol dan mencatat kondisi suhu jika suhu 40˚-60 ˚C diadakan pembalikan,
6.     Jika adonan  dirasa kering pertanda bakteri tidak bekerja. Maka tambahkan air secukupnya
7.       mengontrol, pada hari ke 7 pupuk organic di angin-anginkan
8.      Jika cacahan sampah daun sudah terurai/teras lembut, pupuk siap di pakai.pupuk diayak dan siap untuk digunakan

BAB IV
     Pembahasan

No
Hari
Tanggal
Suhu
1.    
Juma’t
14-06-2013
28
2.
Sabtu
15-06-2013
29
3.
Minggu
16-06-2013

4.
Senin
17-06-2013

5.
Selasa
18-06-2013
30
6.
rabu
19-06-2013

7.
kamis
20-06-2013

Suhu pada setiap harinya meningkat











BAB V
     PENUTUP

A.   Simpulan
Pembuatan Pupuk Orgnik adalah menumpukkan bahan-bahan Organis dan membiarkannya terurai menjadi bahan-bahan yang mempunyai nisbah C/N yang rendah (telah melapuk).
Mikroorganisme sellulotik digunakan tujuan utamanya adalah untuk dapat mempercepat proses pengomposan. Usaha mempercepat proses pengomposan dapat dilakukan dengan memberikan inokulasi mikroorganisme selulopati seperti bakteri, ragi dan aktinomisetes yang dapat meningkatkan kandungan nitrogen dan fosfat .
Pemberian pupuk organik secara umum, fungsi pupuk organik adalah sebagai berikut:
1.    kebutuhan tanah bertambah. Adanya penambahan unsur hara, humus, dan bahan organik kedalam tanah menimbulkan efek residual, yaitu berpengaruh dalam jangka panjang
2.    sifat fisik dan kimia tanah diperbaiki. Pemberian pupuk organik menyebabkan terjadinya perbaikan struktur tanah
3.    sifat biologi tanah dapat diperbaiki dan mekanisme jasad renik yang ada menjadi hidup
Disamping itu, organik mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan antara lain:
(1) memperbaiki struktur tanah,
(2) memperbesar daya ikat tanah berpasir,
(3) menambah daya ikat air pada tanah,
(4) memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah,
(5) mengandung hara yang lengkap,
(6) memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia, dan
(7) menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan
B. Saran
Sebaiknya dalam melakukan percobaan dan penelitian melakukan secara serius dan cermat serta selalu mempertimbangkan dari kebersihannya.
Dalam melakukan percobaan sebaiknya tetap dalam pengawasan guru pembimbing, agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Post a Comment